Sebuah terobosan baru di dunia teknologi kecerdasan buatan (AI) baru-baru ini berhasil menggemparkan jagat teknologi internasional. Perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, meluncurkan inovasi AI yang tak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu menyaingi dominasi pemain besar di Amerika Serikat.
Kemunculan DeepSeek AI tidak main-main, bahkan kabarnya mampu mengguncang pasar saham di Amerika Serikat. Dengan aplikasi yang bernama sama, DeepSeek berhasil mengungguli ChatGPT, aplikasi AI terkemuka dari Amerika Serikat, dengan meraih posisi teratas di App Store AS melalui 2 juta unduhan.
DeepSeek didukung oleh model DeepSeek-V3 yang dikembangkan menggunakan chip Nvidia H800 dengan estimasi biaya kurang dari 6 juta dolar AS atau sekitar Rp97,3 miliar. Perusahaan DeepSeek mengklaim bahwa biaya pengembangan model DeepSeek R1, yang dirilis Januari 2025, 20 kali lebih murah dibandingkan model OpenAI dari ChatGPT.
Efisiensi biaya dan kecanggihan teknologinya inilah yang membuat DeepSeek mendapatkan sorotan dari komunitas AI global. Diklaim memiliki kemampuan yang setara dengan ChatGPT, DeepSeek menunjukkan potensi besar dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan.
Perusahaan DeepSeek, yang didirikan pada tahun 2024 oleh pengusaha asal China, Liang Wenfeng, menjadi salah satu dari sekian banyak perusahaan rintisan yang berambisi merebut pasar global dalam pengembangan AI. Selama setahun terakhir, DeepSeek telah memperkenalkan berbagai model AI kompetitif yang berhasil menarik perhatian industri teknologi internasional.
Meskipun menawarkan keunggulan dalam beberapa aspek, DeepSeek dan ChatGPT memiliki perbedaan mendasar dalam hal fungsionalitas dan sensitivitas konten. Berikut adalah tinjauan mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan kedua AI ini bagi para pengguna.
Perbedaan Kinerja dan Sensitivitas Konten
Keunggulan DeepSeek dalam Analisis Kode dan Sensitivitas Konten
DeepSeek menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan ChatGPT dalam mengartikan kode Python dan Java, serta memecahkan persamaan yang kompleks. Kemampuannya dalam analisis teknis ini menjadikannya pilihan menarik bagi pengembang atau akademisi.
Namun, DeepSeek memiliki keterbatasan dalam hal sensitivitas terhadap topik-topik sensitif politik. Hal ini dikarenakan adanya protokol sensor yang tunduk pada Pemerintah China.
Saat ditanya mengenai topik sensitif, seperti hubungan antara pemimpin negara, DeepSeek cenderung mengalihkan pembicaraan.
“Maaf, saya tidak yakin bagaimana cara menjawab pertanyaan seperti ini. Mari kita bahas soal matematika, coding, dan logika sebagai gantinya,” demikian respons yang diberikan oleh DeepSeek.
Fleksibilitas ChatGPT dalam Topik Umum dan Kreatif
Sebaliknya, ChatGPT menunjukkan respons yang lebih terbuka ketika dihadapkan pada pertanyaan serupa. Chatbot asal Amerika Serikat ini mampu memberikan penjelasan mendalam mengenai isu-isu global.
ChatGPT juga dinilai lebih mahir dalam penyampaian narasi, humor, dan konten pemasaran. Kemampuannya ini membuatnya lebih unggul dalam tugas-tugas yang memerlukan kreativitas dan pemahaman konteks yang luas.
“ChatGPT juga lebih mengikuti perkembangan peristiwa global dan merespons lebih cepat ketika ditanya tentang berita terkini,” tulis Reuters.
Namun, di sisi lain, ChatGPT terkadang memberikan jawaban yang kurang relevan dengan konteks atau mengandung data yang bias.
Perbandingan Kemampuan Perencanaan dan Biaya Operasional
ChatGPT Unggul dalam Perencanaan Perjalanan Detail
Dalam hal perencanaan, ChatGPT dinilai lebih baik dibandingkan DeepSeek. Ketika pengguna meminta untuk merencanakan perjalanan, ChatGPT mampu memberikan penjelasan yang lebih rinci.
Sebagai contoh, ketika diminta merencanakan perjalanan empat hari ke Singapura, ChatGPT memberikan rekomendasi pemesanan hotel, estimasi biaya, transportasi, hingga saran aktivitas.
DeepSeek Menawarkan Rekomendasi yang Lebih Ringkas dengan Poin Spesifik
Sementara itu, DeepSeek memberikan rekomendasi yang cenderung lebih ringkas, meskipun kurang rinci dalam detail harga. Uniknya, DeepSeek memberikan saran restoran beserta menu yang direkomendasikan.
Efisiensi Biaya Operasional DeepSeek yang Signifikan
Baik DeepSeek maupun ChatGPT menawarkan versi gratis dengan layanan dasar yang serupa. Namun, untuk versi berbayar, DeepSeek menawarkan biaya yang jauh lebih terjangkau.
ChatGPT mematok biaya langganan mulai dari 20 dolar AS per bulan, atau sekitar Rp323 ribu. Sementara itu, DeepSeek menawarkan harga sekitar 0,50 dolar AS per bulan, atau hanya sekitar Rp8.000. Perbedaan signifikan ini menjadikan DeepSeek pilihan ekonomis bagi pengguna.






Tinggalkan komentar